Berbalas Pantun Komisi I DPR dengan KSAD: Pernyataan Pak Dudung Sering Bikin Heboh

Posted on

Depok.kasino777 – KSAD Jenderal Dudung Abdurachman menjadi sorotan karena dianggap sering absen dalam rapat dengan Komisi I DPR-RI. Selain itu hubungannya dengan Panglima TNI Andika Perkasa juga disorot.

Ditegur oleh Komisi I DPR RI, KSAD Jenderal Dudung Abdurachman menjelaskan bahwa selama ini banyak absen karena rapat selama ini selalu tidak fokus.

“Kalau kita rapat RDP itu biasanya topik sudah ditentukan yang akan dibahas masalah anggaran. Terkadang tidak fokus pada pertanyaan atau bahasan itu. Menanyanya yang enggak jelas saja,” kata Dudung di Mabes AD, Jakarta, Rabu (7/9/2022).

Anggota Komisi I DPR RI, Dave Laksono membantah bahwa anggota dewan sering bertanya yang aneh-aneh dan tidak jelas.

Baca Juga:Terseret Kasus Sambo, AKP Dyah Chandrawati Disanksi Mutasi Turun Jabatan

Hal itu ditegaskan Dave menjawab pertanyaan tentang rapat bersama Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa bersama tiga kepala staf masing-masing matra.

“Kemarin kan sudah dengan jajaran pimpinan TNI semua kepala staf hadir kecuali KASAD, kami di DPR ini kan juga bukan bertanya yang aneh-aneh, bukan bertanya yang enggak jelas, yang enggak fokus,” kata Dave di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (8/9/2022).

“Ini jelas permasalahannya ada. Ini jelas kondisinya nyata, ancamannya dan lainnya,” sambung Dave.

Dave sangat berharap semua kepala staf, termasuk Dudung dapat hadir. Kendati begitu, ia belum memastikan kapan waktu rapat dilaksanakan.

“Jadi ya kita harapkan nanti akan kami agendakan, kalau waktunya sudah ditentukan untuk kita membahas dengan para pejabat terkait,” kata Dave.

Baca Juga:Demo Tolak Kenaikan Harga BBM Ricuh, Mahasiswa Duduki Gedung DPRD Tasikmalaya dan Injak-injak Meja Dewan

Harapan yang sama agar Dudung dapat hadir di rapat juga disampaikan Anggota Komisi I Bobby Rizaldy.

“Ya karena kita kemarin sudah disampaikan kan, menurut saya baiknya beliau datang lah,” ujar Bobby.

Selain itu dirinya juga meminta Dudung segera bertemu dan tampil bersama Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, ketimbang terus-terusan membuat polemik.

Dudung diminta fokus menyelesaikan isu terkait disharmoni relasi dengan Andika. Salah satu penyelesaiannya ialah dengan tampil bersama Andika.

“Sudahi hal ini, tampil di publik lah bersama Panglima, selesai sudah spekulasi publik ini, enggak usah sering-sering bilang kadang-kadang,” kata Bobby kepada wartawan, Kamis.

Seperti diketahui, Dudung dan Andika jarang tampil bersama. Bahkan dalam rapat kerja bersama Panglima TNI, Komisi I DPR menyoroti istilah “di mana ada Andika, di situ tidak ada Dudung”.

“Ke depan hendaknya segera selesaikan hal ini, muncul di publik bersama Panglima,” kata Bobby.

Bobby menyarankan Dudung untuk tidak banyak berkomentar. Terlebih dengan pola komunikasi yang sama. Ujungnya, dikhawatirkan pernyataan Dudung hanya kembali menuai polemik.

“Enggak usah banyak-banyak komentar yang sering dikutip nanti malah bikin polemik yang berkepanjangan,” kata Bobby.

Jangan Bikin Heboh

Anggota Komisi I dari Fraksi Partai Golkar Bobby Rizaldi merespons Dudung yang menyinggung Komisi I DPR dengan menyebut rapat di alat kelengkapan dewan (AKD) tersebut suka menanyakan hal tidak jelas.

Dirinya menilai sosok mantan Panglima Pangdam Jaya ini sering
membuat polemik. Hal itu, menurut Bobby lantaran komunikasi publik Dudung yang tidak bijak. Bahkan Bobby menyoroti komunikasi publik itu dilakukan sebelum Dudung naik pangkat menjadi jenderal dengan jabatan KSAD saat ini.

“Ya, Pak Dudung kadang-kadang sering bikin heboh karena pilihan kata-katanya dalam komunikasi publik kurang bijak. Mulai dari Pangdam Jaya, sering memberikan rilis publik yang memancing polemik,” kata Bobby.

Adapun pernyataan Dudung menyinggung Komisi I itu ia sampaikan saat mengklarifikasi isu disharmoni hubungan dengan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. Terapi Dudung kemudian merembet berkomentar soal rapat yang dilaksanakan Komisi I, sebagai mitra TNI.

“Mungkin maksud dan niatnya baik untuk menunjukan tidak ada disharmoni dengan Panglima, tapi tidak perlu di komentari Komisi I-nya. DPR Komisi I itu orangnya banyak, alat kelengkapan dewan, banyak yang mendukung TNI AD pun beliau,” kata Bobby.

Sumber: kasino777



Buy Instagram Verified