Lolos Lie Detector, Bripka RR Beberkan Kronologis yang Ada di Rumah Magelang: Brigadir J Dihalangi Kuat Bertemu PC

Posted on

Selebtek.kasino777 – Salah satu tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir J, Bripka Ricky Rizal alias Bripka RR telah melewati tes Poligraf atau lie detector. Hasilnya, Bripka RR dinyatakan jujur.

Dalam pernyataannya, Bripka RR mengatu tak melihat terjadinya pelecehan seksual seperti yang diklaim Putri Cadrawathi dan Ferdy Sambo. 

Melalui pengacaranya, Erman Umar, RR bercerita bagaimana peristiwa yang ada di Magelang. Kliennya melihat jika Brigadir J sempat bersitegang dengan Kuat Ma’ruf.

RR mengatakan dirinya diminta membeli peralatan sekolah untuk anak Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. Ia kemudian pergi bersama Bharada E alias Richard Eliezer. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 7 Juli 2022.

Baca Juga:Densus 88 Temukan Buku Jihad di Rumah Terduga Teroris di Denpasar, Pernah Ikut Demo PA 212

Namun di tengah jalan, Bharada E ditelepon oleh PC dan diminta untuk segera kembali ke rumah Magelang. 

Sesampainya di sana, Rumah tersebut tampak kosong. Bripka RR dan Bharada E kemudian naik ke lantai dua. Di sana ia melihat asisten rumah tangga bernama Susi menangis.

Bripka RR juga sempat bertanya kepada Kuat mengenai peristiwa yang ia lewatkan. RR juga sempat melihat PC berbaring di kamar. Ia kemudian bertanya ke PC.

“Ada apa bu?” kata Erman menirukan keterangan Bripka RR dalam wawancara di Kompas TV yang tayang di YouTube pada Kamis (8/9/2022). 

“Tapi ibu tidak menjawab langsung bertanya Yosua [Brigadir J] di mana?” tambahnya.

Baca Juga:Link Live Streaming Ludogorets vs AS Roma, Liga Europa Malam Ini

Saat itu, Bripka RR tak tahu persis kondisi PC. Namun PC tampak sedang sakit.

Bripka RR kemudian turun dan melihat Brigadir J hendak naik dan masuk ke kamar PC. Saat itu PC dihalangi oleh Kuat.

“Jadi Pak Kuat mau halangi ini karena ya enggak tahu penafsiran dari Kuat kenapa, dia halangi karena dia udah bertengkar, mungkin dia merasa ada pertengkaran antara Kuat dan Yosua jadi RR menjaga,” ungkap Erman.

Brigadir J kemudian mengalah dan turun. Namun tak tama RR teringat bahwa Brigadir J sempat dipanggil PC sehingga Yosua kembali naik ke lantai dua.

RR yang bingung dengan keadaan kemudian bertanya kepada Kuat ada apa dengan Yoshua.

“Karena Yoshua naik ke tangga kemudian lari, akhirnya saya bingung,” ujar Emran yang menirukan perkataan Kuat menurut keterangan RR.

Kemudian RR bertanya pada Brigadir J mengapa ia bersitegang dengan Kuat.

“Kenapa [tanya RR]? Iya bang kenapa kok om kuat marah-marah sama saya [jawab Yosua],” imbuhnya

Setelah tenang, Brigadir J kemudian menghadap PC. Saat itu RR melihat Brigadir J dan PC di balik pintu. Brigadir J duduk di lantai sebentara PC pasih berbaring. Namun, ada jarak saat RR melihat sehingga ia tak mendengar apa yang dibicarakan.

“Kalau yang pertama tadi [Brigadir J] kayak marah yang kedua dia bilang udah bang enggak papa, tidak ada kesan untuk marah,” ugkap Erman.

Erman juga menjelaskan bahwa kliennya tidak mengetahui adanya pelecehan seksual di rumah Magelang

“Tidak tahu [soal pelecehan seksual],” tutupnya. (*)

Sumber: kasino777



Buy Instagram Verified